chat


ShoutMix chat widget

Pilih Musik Yang Anda Sukai

Menurut Anda siapa yang akan terpilih menjadi Presiden RI pada PEMILU di Tahun 2009 ini?


I made this widget at MyFlashFetish.com.

technorati

Tampilkan postingan dengan label Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gigi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2008

karies dan diet

Karies dan Diet
Posted on Thursday, August 07, 2008 comments (28)
Labels: Dunia Medis Kita

Karies merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh beberapa faktor, saya rasa sudah perbah saya bahas dan dipostingan sebelumnya anda akan lebih jelas mengenai karies :). Diet salah satu trend anak muda sekarang terutama bagi para remaja putri yang ingin tampil lebih PD dan menjaga kelangsingan tubuhnya. Namun apa hubungan antara karies dan diet ya? disini saya akan coba menjelaskan sedikit.


Pada dasarnya hubungan antara karies dan diet sangat simpel dan mudah untuk dimengerti, beberapa orang yang menjalani diet sehat dan berprilaku hidup sehat akan mengalami penurunan masalah gigi. mengapa demikian, hal ini dikarenakan konsumsi gula pada tubuh dikurangi dan lebih banyak mengkonsumsi bahan atau makanan dengan pemanis alami seperti buah-buahan yang sangat baik bagi tubuh maupun bagi kesehatan gigi dan mulut. Apabila kita mengkonsumsi buah-buahan seperti apel, apel secara tidak langsung akan membantu membersihkan gigi secara alami bisa diibaratkan kita menggosok gigi, nah sangat dianjurkan untuk menu penutup menggunakan apel atau ganti snak anda dengan buah - buahan. Selain gigi dan mulut kita sehat maka badan kita tetap langsing :).

Hubungan antara diet dan karies erat sekali kaitannya dengan jumlah konsumsi pemanis atau gula yang dikonsumsi oleh tubuh kita, sebenarnya Tuhan telah menciptakan gigi dan mulut kita sebagai gerbang dan peringatan yang sangat luar biasa. bagai mana tidak, apabila makanan yang kita konsumsi tidak baik bagi tubuh atau merugikan maka gelaja yang nampak akan terlihat pada daerah disekitar rongga mulut seperti : Amandel, sariawan, bibir pecah - pecah, karies, sakit tenggorokan dan lain - lain. maka kenali makanan yang anda konsumsi. Sangat dianjurkan untuk kembali ke pola hidup sederhana dan kembali ke alam. Saran saya mulai sekarang tinggalkan makanan dengan bahan kimia dan kembalilah Natural.

Sekedar tambahan:
Ingat pengolahan masakan dengan MSG mengidikasikan pembuat makanan kurang cakap mengolah bahan masakan dengan paduan bumbu - bumbu yang tersedia. apabila seorang koki atau tukang masak bisa mengolah bahan makanan dan bumbunya tidak perlu ditambah bahan penyedap.

Senin, 01 Desember 2008

gigi

GIGI Ajak Kita Meniti “Jalan Kebenaran”
2008-08-21 08:35:30 - Ramadhan tahun 2008 ini GIGI meluncurkan “Jalan Kebenaran”, album religinya yang ke 4. Berbeda dengan 3 album sebelumnya di mana GIGI banyak membawakan lagu orang dengan aransemen ala GIGI, di album b... - selengkapnya


setelah ami 2008.... kini apm 2008
3 penghargaan ami awards 2008 untuk gigi
"konser peace, love 'n respect" kenapa 11 januari, kenapa jogja?
lewatlah sudah masa itu.....
Navigasi Berita » 1 | 2 | 3 | 4 | 5


GIGI MANAGEMENT (POS entertainment) :
Jl. Tebet Dalam IV E No.65 JAKARTA 1280
Tel. 021 8315858 - 8315939
Fax. 021 8355956
email : management@gigionline.com

gigikit@ fansclub :
Jl. H.O.S. Cokroaminoto 12 JAKARTA 10350
Tel. 021 3904404 /Fax. 021 2301581
merchandising : 081809506161
email fansclub : gigikita@gigionline.com
email merchandising : merchandise@gigionline.com


©2005 - 2008 Gigionline.com | CSS Valid | XHTML 1.0 valid
graphic by dedidude, html|css|backend by godote

Minggu, 30 November 2008

gigi

Newsgigi ajak kita meniti “jalan kebenaran”
21 Aug 2008 8:35am
Ramadhan tahun 2008 ini GIGI meluncurkan “Jalan Kebenaran”, album religinya yang ke 4. Berbeda dengan 3 album sebelumnya di mana GIGI banyak membawakan lagu orang dengan aransemen ala GIGI, di album baru ini semua lagunya ciptaan GIGI. Dengan kata lain jika dahulu GIGI “jualan” aransemen, sekarang “jualan” lagu utuh dengan aransemen dan lirik yang ditulis sendiri.

“Ini yang membuat album kali ini istimewa,” kata Dhani Pette, komandan POS Entertainment, manajemen GIGI.

Album Jalan Kebenaran ini juga menandai lepasnya GIGI dari Sony-BMG. “Ya, mulai tahun ini album GIGI diproduksi oleh POS Record. Tetapi distribusinya tetap lewat Sony-BMG, sebab merekalah yang mempunyai infrastrukturnya,” kata Dhani.

Dengan lepasnya GIGI dari Sony-BMG Dhani lebih leluasa “menjual” GIGI. Maksudnya soal hak cipta dan hak-hak lain sudah tidak ada masalah lagi. Tidak ada pihak ketiga yang mesti dilibatkan dalam setiap kontrak GIGI dengan produk.

Karena alasan ini pula banyak lagu Ramadhan GIGI yang dipakai dalam sinetron dan film layar lebar, bahkan sebelum album itu diluncurkan.

Deddy Mizwar, misalnya memakai lagu “Rinduku Cintamu” untuk sinetronnya dengan judul yang sama. Selama Ramadhan, sinetron ini diputar di SCTV pukul 21.00.

Sutradara Ayat-ayat Cinta, Hanung Bramantyo juga meminta lagu GIGI untuk film layar lebarnya yang berjudul “Doa yang Mengancam.” Kedua lagu itu adalah “Gerbang Cintamu, dan “Dosa Ini.” (baca track list album Jalan Kebenaran di bawah)

Sinemart memilih lagu “Jalan Kebenaran” untuk sinetron Ramadhan mereka. Sedangkan Astro senang dengan
http://www.gigionline.com/v2/detail.php?idnews=101

Implant Gigi

Implant gigi adalah jangkar-jangkar logam yang dipasang dalam tulang rahang di bawah jaringan gusi untuk mendukung gigi tiruan yang menggantikan gigi asli. Berbeda dengan jenis penggantian gigi lainnya, seperti gigi-tiruan removable atau jembatan cekat yang direkatkan dengan gigi yang tertinggal, implant gigi benar-benar dipasang (ditanam) ke dalam tulang rahang di bawah jaringan gusi.

Implant-implant ini biasanya terbuat dari logam yang disebut titanium, yang bisa ditolerir oleh tubuh, dan gigi tiruan yang mirip dengan gigi asli kemudian dipasang pada implant tersebut. Sejak disetujui oleh ADA, implant gigi telah digunakan selama beberapa tahun, dan ratusan ribu telah dipasang. Karena adanya fenomena yang disebut “osteointegrasi” yang berarti bahwa tulang benar-benar terpasang dengan sendirinya pada implant, maka jangkar-jangkar ini menjadi fondasi kuat yang memungkinkan orang-orang yang kehilangan gigi bisa mengunyah secara efektif dan nyaman.

Orang Yang Memerlukan Implant

Setiap orang yang kehilangan gigi dan menginginkan efisiensi pengunyahan serta penampilan atau kemampuan berbicara yang baik, merupakan kandidat untuk menggunakan implant gigi. Implant bisa menjadi solusi apabila sulit atau bahkan tidak mungkin untuk memakai gigi-tiruan removable. Bagian-bagian rahang yang hilang akibat kecelakaan, penyakit, atau cacat lahir seringkali bisa direkonstruksi dengan menggunakan implant.

Kandidat pengguna implant gigi

  • Memiliki tulang rahang yang cukup, tulang yang cukup kuat, untuk mendukung implant.

  • Tidak memiliki penyakit atau kondisi yang dapat mengganggu penyembuhan setelah bedah implant (misalnya dibaetes tidak terkontrol, atau radiasi/kemoterapi untuk mengobati kanker).

Diskusi dengan ahli-bedah oral dan maxillofacial dan dokter-gigi restoratif (dokter gigi yang membuat gigi baru) akan menentukan apakah anda bisa menggunakan implant atau tidak. Usia bukanlah kendala untuk perawatan implant asalkan kondisi kesehatan baik. Fakta menunjukkan bahwa ribuan orang dari semua umur telah beralih ke implant gigi untuk mengganti gigi tunggal, beberapa gigi atau semua gigi yang tanggal.

Jenis-Jenis Implant

Implant gigi bisa dikelompokkan menjadi tiga kategori umum, yaitu: 1) endosteal, 2) subperiosteal, dan 3) transoteal.

Implant endosteal . Implant endosteal mirip bentuknya dengan akar gigi asli, walaupun beberapa diantaranya berbentuk seperti pisau. Implant-implant ini berfungsi sebagai sebuah pengganti untuk akar dari gigi yang hilang, dan dipasang secara langsung ke dalam tulang rahang dan dijangkar secara padat melalui sebuah proses yang disebut osteointegrasi. Proses ini memadukan tulang rahang dengan implant selama fase penyembuhan, yang menghasilkan sebuah fondasi kuat untuk gigi tiruan yang akan dipasang pada implant. Implant endosteal (“dalam tulang”) merupakan jenis implant gigi paling umum yang digunakan saat ini.

Implant-implant Subperiosteal atau Transosteal . Jenis implant ini kurang umum, tapi bisa direkomendasikan pada kondisi tertentu. Biasanya doker-gigi akan memilih implant yang terbaik untuk pasien.

Tahap-Tahap Pemasangan Implant

  1. Pemeriksaan/konsultasi

Pemeriksaan mulut secara menyeluruh dan konsultasi medis oleh dokter yang bertanggungjawab untuk perawatan implant diperlukan untuk menentukan apakah seorang pasien bisa menggunakan implant gigi. Pemeriksa ini terdiri dari ahli-bedah mulut maxillofacial, dan dokter-gigi restoratif. Dengan bekerja sebagai tim, ahli-bedah mulut dan maxillofacial memasang implant, dan setelah penyembuhan terjadi, dokter-gigi restoratif terjadi merancang dan memasng gigi-tiruan yang didukung oleh implant. Selama pemeriksaan, pasien akan menceritakan riwayat medis yang lengkap. Pastikan untuk memberikan semua informasi, termasuk masalah-masalah kesehatan, alergi atau pengobatan yang anda sedang lakukan. Pemeriksaan bisa mencakup beberapa tipe sinar-X untuk memberikan informasi penting tentang tulang rahang dan model-model anatomi rahang, dan kemungkin tes darah tertentu. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan ini, tim dental akan membahas semua aspek masalah dengan anda. Selanjutnya akan diputuskan apakah implant gigi cocok atau tidak.

  1. Persiapan bedah implant

Berikut ini tips-tips yang membantu dalam mempersiapkan kunjungan bedah :

Pakaian – gunakan pakaian yang longgar dan nyaman dan lengannya bisa digulung dengan mudah. Jika anestesi intravenous atau sedasi akan diberikan, maka lengan baju yang ketat akan mempersulit.

Transportasi – Upayakan ada seseorang yang mengantar anda pergi dan pulang dari rumah sakit. Biasanya jika diberikan anestesi keadaan anda tidak stabil sehingga tidak aman jika mengemudi sendiri.

Diet – Jika anestesi intravenous atau sedasi akan diberikan, jangan makan atau minum selama sekurang-kurangnya 6 jam sebelum kunjungan bedah anda.

Pengobatan – Patuhi semua schedule pengobatan yang diberikan oleh ahli-bedah sebelum dilakukan bedah.

Anestesi – Teknologi anestesi modern saat ini memungkinkan untuk melakukan bedah yang kompleks dengan sedikit atau bahkan tidak ada rasa sakit. Selama bedah, satu atau lebih dari hal-hal berikut digunakan untuk mengendalikan nyeri dan kecemasan : anestesi lokal yang membuat daerah bedah mati rasa; nitrous oksida-nitrogen (terkadang di sebut “gas ketawa”) untuk membuat anda rileks; sedasi intravenous untuk relaksasi; dan anestesi umum yang membuat anda tertidur. Ahli-bedah akan menjelaskan secara rinci jenis anestesi yang paling cocok untuk kebutuhan anda.

  1. Bedah Implant

Pemasangan implant gigi endosteal memerlukan dua prosedur bedah yang berbeda. Pada bedah “tahap 1” implant dipasang dalam tulang. Pada “tahap 2” yang terjadi setelah osteintegrasi selesai dan implant yang ditanam telah terjangkar dengan kuat pada tulang, maka alat penutup dilepas dan post-post khusus yang disebut “abutment” dipasang pada implant. Abutment-abutment ini diproyeksikan di atas garis gusi ke dalam mulut, dan gigi-tiruan akhir akan dipasang padanya. Bagian implant yang terpasang pada abutment dan dapat dilihat dalam mulut disebut sebagai prosthesa – bisa dari jenis “cekat” atau “removable”. Prostesa implant cekat bisa melibatkan satu gigi (kiri atas) atau beberapa gigi (kiri bawah). Sebuah prosthesa cekat hanya bisa dilepas oleh dokter gigi, tapi sudah dirancang sehingga bisa dibersihkan. Prostesa removable cukup mirip dengan gigi-tiruan utuh dan bisa dilepas dari mulut untuk dibersihkan.

Hal-Hal yang Terjadi Selama Bedah

Bedah Tahap 1

Prosedur bedah pertama untuk implant endosteal melibatkan pemasangan implant dalam tulang. Bedah ini terjadi di bagian ahli-bedah mulut dan maxillofacial, atau dalam setting rumah sakit. Anestesi lokal dengan sedatif ringan bisa digunakan, atau pada kasus tertentu anestesi umum bisa direkomendasikan.

Setelah dianestesi, ahli-bedah akan mengangkat kembali jaringan gusi untuk mengekspos tulang dan membuat sebuah lubang terukur dimana masing-masing implant akan disisipkan. Alat implant disisipkan dalam lubang, kemudian jaringan gusi diganti diatas alat implant dan kemudian dijahit. Prosedur bedah memerlukan beberapa jam jika banyak implant yang dipasang, dan setelah bedah diperlukan waktu untuk pemulihan sebelum balik ke rumah. Osteointegrasi akan mulai terjadi pada saat penyembuhan mulai terjadi, dan alat implant harus dijangkar dengan kuat oleh tulang dalam waktu empat sampai enam bulan.

Setelah Bedah Tahap 1

Segera setelah bedah, pasien mungkn diminta untuk menggigit kapas agar dapat menghentikan perdarahan, dan sebuah pak es mungkin digunakan selama 24 jam pertama untuk membantu mengurangi pembengkakan. Akan terjadi beberapa pembengkakan di daerah bedah implant selama sampai 72 jam setelah prosedur, serta beberapa diskolorasi kulit dan gusi selama beberapa hari. Pengobatan nyeri yang diberikan oleh dokter akan membantu menghilangkan rasa sakit, dan pasien sudah mampu melanjutkan aktivitas normal dalam waktu satu hari atau dua hari. Ahli-bedah juga bisa memberikan antibiotik. Akan terjad perdarahan kecil pada hari pembedahan tapi segera laporkan jika terjadi perdarahan yang berlebihan. Selama waktu ini, sebuah diet lunak direkomendasikan sehingga tidak memberikan tekanan pada implant yang baru, dan ahli-bedah akan memberikan instruksi-instruksi penting tentang bagaimana cara membersihkan mulut. Jika pasien menggunakan gugu-tiruan, maka ahli-bedah atau dokter-gigi restoratif bisa memasang sebuah lining lunak sehingga pasien bisa mengenakannnya dengan nyaman selama masa penyembuhan atau dibiarkan selama periode waktu yang singkat. Jika ruang-ruang yang diakibatkan oleh gigi yang tanggal harus diisi sementara penyembuhan terjadi, maka gigi temporer yang terlihat alami bisa dibuat. Jahitan yang dipasang setelah bedah akan larut dan anda akan kembali ke ahli-bedah untuk mengeluarkannya.

Bedah Tahap 2

Prosedur bedah ke-dua terjadi setelah penyembuhan dari bedah Tahap 1 sempurna. Untuk implant-implant endosteal yang berosteointegrasi, penyembuhan biasanya memerlukan waktu 4-6 bulan. Daerah mulut yang mengalami lebih banyak tekanan pengunyahan mungkin memerlukan periode penyembuhan yang lebih lama, kemungkinan sampai delapan bulan.

Pada kunjungan bedah kedua, yang biasanya dilakukan di kantor ahli-beda dengan menggunakan anestesi lokal, jaringan gusi dibuka untuk mengekspos alat implant. Alat ini diperiksa untuk memverifikasi osteointegrasi yang memuaskan, post-post penyembuhan dipasang pada alat tersebut. Jika jahitan dipasang, maka akan larut atau dikeluarkan oleh ahli-bedah. Tahap bedah kedua ini relatif singkat, dan bisa kembali normal dalam waktu satu atau dua hari atau bahkan lebih cepat.

Setelah Bedah Tahap 2

Setelah kembali ke rumah, makan makanan yang lunak dan ikuti instruksi kesehatan mulut yang diberikan oleh ahli-bedah. Akan terjadi beberapa perdarahan kecil, tapi jika terjadi perdarahan yang berlebihan segera hubungi dokter. Pasien akan kembali ke ahli-bedah dalam beberapa hari sehingga proses penyembuhan bisa dipantau, dan jika pasien mengenakan sebuah gigi-tiruan, bisa dipasang langsung atau sesaat setelah bedah. Ini akan ditentukan oleh dokter gigi secara individual. Pak es yang diaplikasikan pada wajah setelah bedah bisa membantu megurangi pembengkakan.

Pembuatan Gigi Baru

Apabila jaringan gusi telah sembuh sempurna setelah bedah Tahap 2, maka pasie telah siap untuk mengunjungi dokter-gigi restoratif dan memulai pembuatan gigi-tiruan yang baru. Dokter-gigi akan membuat pencetakan mulut, dan registrasi-registrasi gigitan yang mencatat mekanisme-mekanisme baru untuk kepaduan rahang, kemudian pencetakan digunakan untuk membuat model rahang dan gigi yang tersisa. Gigi-tiruan akan dibuat berdasarkan model-model ini. Gigi-tiruan (yang disebut “restorasi” atau “prostesa”) bisa berupa gigi yang removable, cekat, atau kombinasi antara keduanya.

Prostesa removable mirip degan gigi-tiruan konvensional atau gigi-tiruan parsial, yang bisa dikeluarkan dari mulut untuk dibersihkan, kelebihannya adalah diperkuat pada abutmen implant dengan clip, magnet atau alat-alat lain. Gigi-tiruan dan jaringan gusi dipasang pada kerangka-logam, dan kerangka ini terpasang pada abutment implant.

Prostesa cekat bisa mengganti satu gigi, beberapa gigi atau bahkan semua gigi. Gigi-tiruan disekrup ke dalam abutment, atau disemen pada abutment, dan dipertahankan kuat pada tempatnya. Jika beberapa gigi alami tetap berada dalam mulut, maka bagian-bagian dari prostesa bisa dihubungkan dengan beberapa dari gigi ini. Sebuah prostesa cekat hanya bisa dilepaskan oleh dokter-gigi, dan sudah dirancang khusus untuk memungkinkan anda membershkannya. Jika sebuah prostesa cekat menggantikan banyak gigi, maka gigi tiruan akan dipasang pada sebuah kerangka logam yang harus sesuai dengan abutment implant secara tepat. Dokter gigi restoratif mungkin akan menyuruh pasien untuk mengenakan prostesa secara sementara unutk memastikan kecocokannya, sebelum pemasangan akhir pada abutment.

Mungkin diperlukan beberapa kunjungan untuk menyempurnakan prostesa, tergantung pada kompleksitas permasalahan.

Risiko dan Komplikasi

Bedah implant gigi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, tapi sebagaimana dengan prosedur bedah lainnya. Efek samping tertentu atau komplikasi juga bisa terjadi. Anda harus memahami hal ini sebelum melakukan bedah implant. Ahli-bedah akan menjawa setiap pertnayaan anda tentang risiko-risiko yang mungkin berikut ini :

  1. Pembengkakan merupakan sebuah reaksi normal tehradap setiap prposedur bedah dan jumlah pembengkakan tergantung pada seberapa luas bedah tersebut. Pembengkakan normal akan mencapai puncaknya pada 48 jam, kemudian sembuh secara perlahan. Jika pembengkakan memburuk setelah 48 jam, hubungi dokter.

  2. Luka memar terkadang terjadi di daerah-daerah yang berdekatan dengan tempat bedah. Setiap dislokasi akibat luka memar akan hilang dalam beberapa hari setelah bedah.

  3. Nyeri sedang umum terjadi selama 24-48 jam setelah bedah, dan pengobatan nyeri mungkin diperlukan. Jika nyeri parah terus menerus yang tidak bisa diredakan dengan obat nyeri yang diresepkan, segera hubungi dokter.

  4. Trismus, atau kekakuan otot-otot rahang, bisa diakibatkan oleh pembengkakan setelah bedah. Ketika pembengkakan berkurang, maka trismus akan hilang.

  5. Infeksi sangat jarang terjadi setelah bedah implant tapi terkadang terjadi sebuah infeksi. Jika demam, pembengkakan terus-menerus, nyeri atau pus terjadi setelah bedah, segera hubungi ahli-bedah.

  6. Selalu ada potensi kegagalan implant. Ini bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya adlaah penolakan oleh tubuh atau perawatan yang tidak meamdai oleh pasien setelah bedah.

  7. Injury berpotensi terjadi pada gigi dan akar sekitarnya, isian atau bridgework.

  8. Kehilangan atau perubahan sensasi saraf, yang menghasilkan mati-rasa atau sensasi gatal pada bibir bawah, lidah, pipi, dagu, gusi atau gigi jarang terjadi jika implant ditempatkan dalam rahang bawah dan saraf di dekatnya teriritasi. Biasanya ini hanya berlangsung sementara, walaupun sangat jarang bisa permanen. Setiap tindakan pencegahan dilakukan oleh dokter untuk menghindari saraf-saraf ini.

  9. Komplikasi sinus, seperti drainase atau nyeri (sinusitis), terkadan terjadi jika implant dipasang dalam rahang atas dan sinus menjadi terlibat. Ini bisa memelrukan perawatan lebih lanjut atua juga tiga, tapi setiap gejala sinus harus dilaporkan kepada dokter.

  10. Perdarahan bisa terjadi setelah dilakukannya bedah tipe apapun, tapi harus dikontrol dengan mudah dan terdiri dari perdarahan sesekali selama 24-48 jam pertama. Jarang terjadi perdarahan tersebut berlebihan atau berlangsung lama, jika ini terjadi segera hubungi dokter.

  11. Nyeri TMJ (sendi rahang) atau fungsi abnormal jarang terjadi setelah bedah implant, tapi ini bisa terjadi. Jika benar-benar terjadi, perawatan lebih lanjut mungkin diperlukan.

  12. Kehilangan tulang jarang terjadi, tapi bisa terjadi di sekitar implant jika kesehatan mulut yang baik dipertahankan atau jika tekanan berlebihan diberikan pada implant.

  13. Fraktur rahang – sangat jarang diperlukan manipulasi untuk pemasangan implant pada rahang bawah yang dapat menyebabkan fraktur pada tulang-rahang, khususnya jika rahang tipis. Sinar-X akan menunjnukkan lokasi fraktur, dan ahli-bedah mulut dan maxillofacial bisa mengatasi masalah tersebut.

Merawat Implant dan Restorasi

Ahli-bedah dan dokter-gigi restoratif akan menjadwalkan kunjungan check-up berkala untuk memastikan rahang anda sehat dan implant serta prostesa berfungsi dengan baik. Akan tetapi, sama dengan perawatan profesiona yang regular, perawatan anda sendiri terhadap implant dan prostesa juga penting. Berikut ini adalah panduan-panduan untuk perawatan implant yang lebih baik.

  • Praktekkan kesehatan mulut dirumah secara cermat, ikuti instruksi dokter-gigi dan ahli-kesehatan. Post-post abutment, dibawah prostesa, gigi-tiruan, dan jaringan gusi harus dijaga agar tetap bersih. Perawatan di rumah dapat membantu seperti sikat khusus dan penyela (floss) dapat membantu mencapai hal ini. Jika anda tidak menjaga agar implant dan prostesa tetap bersih, maka implant anda mungkin gagal.

  • Merokok dan konsumsi alkohol berlebian serta mengunyah makanan keras seperti es atau permen keras dapat menyebabkan kerusakan pada implant dan menyebabkannya gagal.

Meski tidak jaminan 100 persen tentang keberhasilan dengan implant gigi, namun dengan perencanaan yang cermat oleh ahli-bedah dan dokter-gigi restoratif sebelum bedah dan perawatan yang baik oleh anda sendiri, maka implant bisa digunakan bahkan sampai bertahun-tahun. Sebenarnya, literatur sekarang telah melaporkan bahwa 90 persen atau lebih implant telah berhasil dipertahankan selama sampai 15-20 tahun. Ribuan orang kembali menjadi normal makan, berbicara dan tertawa tanpa rasa sakit melalui penggunaan dental.

Fakultas Kedokteran Gigi


FKG Universitas Indonesia (UI)
Jl. Salemba Raya No. 4
Jakarta Pusat, Indonesia
Tel. (021) 31930270
Fax. (021) 31931412
www.fkg.ui.ac.id

FKG Universitas Gadjah Mada (UGM)
Jl. Bulak Sumur
Yogyakarta 55281, Indonesia
Tel. (62-274) 515307, 902540
Fax. (62-274) 515307
www.ugm.ac.id/sarjana/indexfak.php?fak=10

FKG Universitas Padjadjaran (UNPAD)
Jl. Sekeloa Selatan No. 1
Bandung, Indonesia
Tel./Fax. (62-22) 2504985
www.unpad.ac.id/fakultas_gigi.html

FKG Universitas Airlangga (UNAIR)
Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moestopo No. 47
Surabaya 60132, Indonesia
Tel. (62-31) 5030255
Fax. (62-31) 5020256
www.fkg.unair.ac.id

FKG Universitas Trisakti
Jl. Kyai Tapa, Grogol
Jakarta, Indonesia
Tel. (62-21) 5672731
Fax. (62-21) 5655787
www.trisakti.ac.id

FKG. Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Jl. Bintaro Permai Raya 3
Jakarta 12330
Indonesia
Tel. (021)-73885251, 73885254
Fax. (021) 73885253
www.moestopo.web.id

FKG Universitas Sumatera Utara
Jl. Alumni No. 2, Kampus USU
Medan, Indonesia
Tel. (62-61) 8216131
Fax. (62-61) 8213421
http://www.usu.ac.id/webusu03/fakultas/fkg/fkg.htm

FKG Universitas Mahasaraswati
Jl. Kamboja 11A
Denpasar, Bali
Indonesia
Tel./Fax. (62-361) 261278
www.unmas.org/fkg.htm

FKG Universitas Hasanuddin
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10
Kampus Tamalanrea
Ujung Pandang, Indonesia
Tel./Fax. (62-411) 512012
www.unhas.ac.id

FKG Universitas Jember
Jl. Kalimantan I No. 58
Jember, Jawa Timur 68121
Indonesia
Tel. (62-331) 333536
Fax. (62-331) 339029
http://www.unej.ac.id/fakultas/fkg/index.html

FKG Universitas Baiturrahmah
Jl. Raya Bypass, Aiepacah Padang KM 15
Sumatera Barat, Indonesia
Tel. (62-751) 28053
Fax. (62-751) 26793

FKG Universitas Hang Tuah
Jl Abdul Rachman Hakim No 150
Surabaya, Indonesia
Tel. (62-31) 594 5894
www.hangtuah.ac.id

Universitas Muhamadyah Yogyakarta (UMY)
Jl. Pendidikan 21, Sonopakis Bantul,
Yogyakarta.
Tel. (62-274) 374320.
www.fk.umy.ac.id/dentistry

Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya
DIII Teknik Gigi FK-Unsri
Jl. Srijayanegara Bukit Besar
Palembang 30130

Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Sam Ratulangi
Kampus Unsrat
Manado 95115

Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala
Darussalam - Banda Aceh 23111
Tel. (62-651) 52053; 536333; 51977
Fax. (62-651) 52053

written by indah.muhariani

Bidvertiser